Inilah Buah-Buahan Hasil Persilangan

Inilah Buah-Buahan Hasil Persilangan

Berita Terbaru Ilmu pengetahuan yang semakin berkembang membuat banyak kemajuan baru di berbagai bidang. Salah satunya adalah bidang sains. Para ahli dan peneliti di bidang sains berupaya membuat penemuan-penemuan melalui eksperimen yang mereka lakukan. Begitu juga di bidang botani, rekayasa genetika maupun persilangan alamipun terjadi.

Seperti halnya buah-buahan berikut yang tak seperti buah pada umumnya, buah-buahan ini diperoleh dengan cara hibrida atau bisa juga secara proses yang alami dan membentuk sebuah kombinasi. Lantas, bagaimana ya rupa buah-buah hasil persilangan? Simak penjelasannya berikut ini.

Inilah Buah-Buahan Hasil Persilangan

Tayberry
Buah unik bernama tayberry ini merupakan hasil persilangan antara buah yang masih keluarga berry, yaitu blackberry dan rasberi. Para petani menemukan buah hasil persilangan tersebut pada tahun 1979 di Skotlandia. Buah bergenus rubus ini memiliki rasa yang lebih manis dan berbentuk lebih besar dibanding blackberry dan rasberi. Sayangnya, buah ini cukup sulit dipetik dengan tangan kosong dan tidak bisa pula dipanen dengan mesin. Sehingga, buah ini tidak dapat masuk ke pertanian komersial untuk dijual.

Pineberry
Pineberry merupakan buah hasil persilangan antara buah nanas dan juga buah berry. Pineberry sering disebut-sebut sebagai stroberi putih, meskipun ukurannya lebih kecil daripada stroberi pada umumnya. Pineberry memiliki cita rasa seperti nanas, dengan bintik-bintik merah pada bagian luarnya. Buah yang tumbuh pada musim semi dan musim panas ini pertama kali dijual pada tahun 2010 di Belanda dan Belgia. Namun sayangnya, Pineberry sudah cukup langka untuk ditemukan. Kelangkaannya disebabkan karena kalah saing dengan buah-buah lain yang sejenis seperti stroberi, blueberry, dan lainnya.

Plumcot
Plumcot adalah buah hasil persilangan antara buah plum dan aprikot. Selain plumcot, ada beberapa hibrida lain yang masih satu spesies yaitu apriplum, pluot, dan aprium. Buah hasil rekayasa genetika ini dikembangkan oleh seorang produsen buah bernama Luther Barbank, yang juga memiliki tempat pembibitan tanaman. Buah hasil persilangan lebih dari seabad yang lalu ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang manis. Penampilan plumcot yang bulat juga membuatnya sering mendapat julukan ‘telur dinosaurus’. Meski begitu, plumcot tergolong buah sehat karena kaya akan vitamin C.

Tangelo
Tangelo merupakan hasil persilangan antara variasi sitrus, yakni tangerine dan pomelo. Buah seukuran kepalan tangan orang dewasa ini dihasilkan melalui persilangan pada tahun 1911 oleh ahli biologi dari Departmen Pertanian Amerika Serikat, W.T Swingle. Tangelo memiliki ciri khas yaitu tonjolan seperti ‘puting’ pada bagian atasnya. Ciri khas lainnya adalah rasa asam yang tajam pada daging buahnya. Ukurannya yang lebih besar dari jeruk biasa membuat tangelo dapat digunakan sebagai pengganti jeruk mandarin.

Tomtato
Tomtato atau pomato adalah buah hasil persilangan antara tomat dan kentang. Tanaman ini diproduksi dengan mencangkokkan tanaman tomat dan tanaman kentang. Proses penyambungan batang adalah tahap yang paling sulit, karena batang tomat dan batang kentang wajib memiliki ketebalan yang sama. Seperti tanaman cangkokan lainnya, tomtato tidak dapat tumbuh secara alami di tanah dan juga tidak akan tumbuh dari bijinya. Pada bulan September 2013, tomtato resmi diluncurkan sebagai produk komersial oleh perusahaan holtikultura asal Inggris, Thompson & Morgan.

Meskipun tak semua buah hasil persilangan dapat termasuk ke dalam tanaman pertanian komersial, buah-buah ini nyatanya pernah ada lho di muka bumi. At least, hasil penelitian dan eksperimen yang dilakukan oleh para ahli membuahkan hasil yang unik dan semakin menambah varietas dalam dunia botani. Nah, di antara kelima buah di atas, yang mana yang ingin kamu coba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *