Info-Info Menarik Tentang Psikologi Manusia

Info-Info Menarik Tentang Psikologi Manusia
Info-Info Menarik Tentang Psikologi Manusia

Berita Terbaru – Berikut info-info menarik seputar psikologi manusia yang dirangkum Hostcoremedia dari berbagai sumber yaitu :

Erotomania, apakah ini?
Dalam ilmu psikologi, Erotomania merupakan kelainan psikologis dimana seseorang akan mempercayai dan yakin bahwa orang terkenal yang dilihatnya menyukai dirinya. Pada umumnya hal ini terjadi pada artis maupun aktor atau penyanyi yang mempunyai penggemar yang juga menggila-gilainya. Ada bahaya yang cukup mengancam penderita erotomania seperti terlalu banyak berhalusinasi tentang orang yang dicintainya tersebut sampai ke ancaman ke orang itu. Erotomania biasanya ditandai dengan orang selalu mengandai-andai tentang orang terkenal yang menurutnya menyukainya dan selalu mencari-cari setiap informasi tentang orang tersebut. Pada beberapa kasus hal ini menimbulkan ancaman baik untuk penderita maupun sasaran si penderita erotomania.

Sudah minum kopi dalam jumlah banyak, tapi masih mengantuk?
Kafein, senyawa stimulan sistem saraf pusat yang sering kita temukan pada kopi dan teh, ternyata dapat menimbulkan efek toleransi ketika sudah dikonsumsi dalam jumlah tertentu secara terus menerus dan rutin. Dalam tubuh kita, reaksi kantuk dan melambatnya sistem saraf akan terjadi ketika reseptor adenosin pada sistem saraf mengikat senyawa adenosin sebagai produk sisa metabolisme. Kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin sehingga tidak dapat mengikat senyawa adenosin. Sekalipun tubuh kita bisa “dikelabui” untuk beberapa lama, namun jika hal ini terjadi terus menerus, tubuh akan beradaptasi dengan memproduksi lebih banyak reseptor adenosin agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Hal inilah yang menyebabkan toleransi kafein.


Saat lebih banyak reseptor adenosin yang ada, biasanya kita akan menambah dosis asupan kafein, karena dosis kafein yang lama tidak lagi bisa mencegah kantuk. Hal ini terjadi terus menerus hingga pada suatu titik, sudah terlalu banyak reseptor adenosin yang ada dan tubuh kita dan dosis kafein yang dikonsumsi sudah terlalu tinggi. Kondisi ini mengganggu keseimbangan tubuh dan dapat mengakibatkan efek samping negatif seperti kecemasan, sakit kepala, mual, gemetar, dan lain-lain.

Sensasi Pedas, Bukan Rasa Pedas
Sejak di Sekolah Dasar, kita sudah diperkenalkan dengan lima rasa dasar yang dapat dikecap oleh lidah, yakni manis, asam, asin, pahit dan umami. Sekalipun sudah mengetahui hal ini, kita masih sering mendeskripsikan pedas sebagai salah satu rasa yang dapat kita deteksi oleh lidah. Secara teknis, kepedasan dapat dialami bukan karena reseptor pada papila lidah, melainkan pada ujung-ujung saraf yang mendeteksi temperatur dan sentuhan. Pedas merupakan sensasi yang kita rasakan ketika reseptor saraf yang mendeteksi temperatur menerima sinyal “panas” dan sentuhan menerima sinyal “sakit”. Pada umumnya, sensasi ini dapat dialami ketika mengkonsumsi senyawa capsaicin yang terkandung dalam Cabai.

Ada Orang yang Memang Terlahir Berpikir Negatif
Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya. Kalimat ini memang tidak sepenuhnya salah dan cukup selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Universitas British Columbia. Temuan ini mengatakan bahwa beberapa orang memang secara genetik cenderung melihat dunia secara negatif. Menurut para ilmuan, variasi genetik sebelumnya bisa menyebabkan seseorang melihat kejadian emosional terutama hal negatif lebih jelas dibandingkan yang lainnya. Hal ini menyebabkan ia lebih cenderung pesimistik dan mewaspadai semua hal dan kemungkinan yang ada namun tidak melihat optimistik dan keberhasilan akan suatu hal. Penelitian ini dilakukan pada 200 orang dengan genetik dan masa lalu berbeda. Hasilnya menunjukan memang orang dengan variasi genetik tertentu cenderung melihat sesuatu lebih negatif dibandingkan yang lainnya.

Pengalaman Memang Sesuatu yang Berharga
Menurut penelitian, orang lebih cenderung menghabiskan uangnya untuk hal tersebut. Lesunya dunia properti maupun penjualan barang lainnya tahun lalu menandakan suatu pergeseran besar dalam ekonomi makro dan mikro. Hal ini ternyata memang sangat sejalan dengan studi yang mengatakan bahwa manusia memang cenderung menghabiskan uangnya untuk sebuah pengalaman dibandingkan dengan barang seperti rumah. Pengaruh utama dari hal tersebut secara psikologis tidak lain adalah karena perasaan bahagia sesaat yang ditimbulkan dengan membeli barang baru yang awalnya tidak mereka miliki. Sifat kebahagiaan sesaat ini kini tidak lagi menjadi fokus dan terjadi pergantian ke trade-off pengeluaran dalam bentuk pengalaman seperti liburan maupun mencoba hal baru yang tidak pernah dialami.

Déjà vu, Sebuah Pengalaman yang Sulit Dijelaskan !
Sampai saat ini peristiwa tersebut masih agak sulit dipaparkan secara ilmiah walaupun setiap orang pernah mengalaminya. Setiap seseorang mengingat akan kejadian yang pernah dialaminya kemudian terjadi lagi di masa sekarang, biasanya kita menyebut peristiwa ini sebagai Déjà vu. Déjà vu sendiri berasal dari bahasa Perancis yang memiliki arti “pernah dilihat”. Namun yang cukup unik adalah peristiwa ini belum pernah dapat dijelaskan secara baik. Walaupun beberapa ilmuan mengatakan dan percaya bahwa ada efek neurologis otak yang menyebabkan pengalaman tersebut sudah tersimpan di memori seseorang sebelum terpanggil kembali karena kejadian yang dialami sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *