Apa Itu Penyakit Gastroparesis?

Apa Itu Penyakit Gastroparesis?

Berita Terbaru Beberapa saat sesudah makan, rasa kenyang perlahan-lahan akan hilang. Ini sebab makanan yang diolah dalam lambung akan beralih ke organ tubuh lain seperti usus kecil lalu ke arah ke usus besar. Tetapi, tidak begitu buat pasien penyakit gastroparesis. Ini ialah keadaan dimana lambung tidak dapat mengosongkan didalamnya dengan benar! Dipicu oleh apa penyakit ini serta bagaimana tanda-tanda yang bisa diketahui? Lalu, apa gastroparesis dapat sembuh? Dapatkan jawabannya berikut ini!

Apa Itu Penyakit Gastroparesis?

Mengenal gastroparesis lebih dekat
Sebelum bergerak lebih jauh, silahkan kenal gastroparesis terlebih dulu. Ini ialah keadaan yang merubah pergerakan spontan dari otot di perut. Lambung dalam keadaan normal akan alami kontraksi otot yang kuat untuk menggerakkan makanan lewat saluran pencernaan, papar situs Mayo Clinic.Buat pasien gastroparesis, motilitas otot perut akan melambat ataukah tidak berperan sama sekali. Akibatnya, lambung kesusahan untuk mengosongkan isinya. Direncanakan, 4 % dari keseluruhan populasi alami gastroparesis. Dari keseluruhnya pasien gastroparesis, 80 % salah satunya ialah wanita, papar Gastroparesis Clinic.

Berikut beberapa gejala gastroparesis
Bicara masalah tanda-tanda, di antara satu orang ke orang dapat berbeda-beda. Bahkan juga, ada pasien gastroparesis yang tidak alami tanda-tanda sama sekali. Tetapi, biasanya tanda-tanda gastroparesis dapat diikuti dengan beberapa ciri di bawah ini:

-Mual serta muntah
-Merasa kenyang sesudah makan dikit
-Perut kembung atau sakit perut
-Penurunan berat tubuh serta gizi buruk
-Perubahan kandungan gula darah
-Memuntahkan makanan yang tidak tercerna beberapa jam sebelumnya

Dikarenakan oleh kerusakan saraf yang mengatur otot perut
Belum dapat dipastikan pemicu gastroparesis. Tetapi, beberapa pakar yakini jika gastroparesis dikarenakan oleh kehancuran saraf yang mengatur otot perut. Saraf itu bernama saraf vagus serta menolong memberikan signal pada otot-otot perut untuk berkontraksi serta menggerakkan makanan ke usus kecil, papar situs Mayo Clinic.Sesaat, saraf vagus yang rusak tidak dapat kirim signal yang normal ke otot perut. Mengakibatkan, makanan akan ketahan lebih lama di perut serta kesusahan bergerak ke usus kecil untuk diolah. FYI, saraf vagus dapat rusak oleh penyakit diabetes, operasi perut, infeksi virus, hipotiroidisme, scleroderma (penyakit jaringan ikat) dan lain-lain.

Komplikasi yang berlangsung karena gastroparesis
Jika tidak selekasnya ditangani, gastroparesis dapat mengakibatkan komplikasi. Salah satunya mengakibatkan dehidrasi kronis, malnutrisi karena tidak konsumsi cukup kalori, makanan di perut jadi tidak tercerna, pergantian pada kandungan gula darah sampai kualitas hidup jadi alami penurunan, papar situs Mayo Clinic.Langkah menangani gastroparesis dengan pyloroplasty, yaitu buka katup dibawah perut supaya makanan dapat masuk ke usus kecil. Juga bisa dengan jejunostomi, dimana tabung plastik dimasukkan lewat dinding perut ke arah ke usus kecil, jelas Department of Surgery University of Wisconsin School of Medicine and Public Health.

Nah, itu selintas tentang gastroparesis, dari mulai pemicu, tanda-tanda serta langkah menanganinya. Mudah-mudahan info ini berguna untukmu, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *