Apakah Bisa Otak Berhenti Berpikir?

Apakah Bisa Otak Berhenti Berpikir?

Berita Terbaru Pernahkan kita mengerti jika kita tetap berada dalam proses berpikir yang tidak berujung? Seringkali, kita berusaha untuk menghentikan aliran pemikiran ini dengan menjelaskan pada diri kita supaya berhenti berpikir. Tapi bisakah kita betul-betul berhenti berpikir?

Menurut Julia Kam, ilmuwan kognitif di Knight Lab di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, semuanya bergantung bagaimana kita mendeskripsikan kata “berpikir”. Pemikiran terjadi karena dari hasil percikan beberapa sel otak, baik itu dengan sadar maupun tidak sadar.

Jenis pemikiran yang kita sadari, seperti pemikiran yang ada saat berusaha untuk tidur, dengan teori bisa dibungkam. Pembungkaman pemikiran ini disebutkan meditasi. Namun, untuk mengosongkan pemikiran sepenuhnya atau berhenti berpikir adalah hal yang berbeda dengan meditasi.

Apakah Bisa Otak Berhenti Berpikir?

“Saya tidak paham apa berhenti berpikir seutuhnya mungkin dilakukan dengan teori, apabila ‘ya’ saya fikir itu akan susah untuk diuji,” papar Julia, seperti dikabarkan Live Science.

Meditasi yang dilakukan beberapa mediator sebenarnya adalah pembungkaman pikiran yang tidak jelas. Diluar itu, meditasi yang di ajarkan oleh beberapa mediator ialah mengarahkan pemikiran kita untuk konsentrasi pada satu hal.

Proses ini membuat otak mereka memberi perhatian pada satu konsentrasi saja hingga pikiran-pikiran yang lain tidak bisa mengganggu konsentrasi kita. Jadi, pemikiran mereka tidak pernah benar-benar kosong serta prosesnya tidak pernah berhenti.

Kita juga patut mengerti jika ada perbedaan di antara “memiliki pikiran” serta “menyadari jika kita mempunyai pemikiran”. Misalnya, bila kita menanyakan pada seseorang “apa yang sedang mereka pikirkan” lalu mereka menjawab “tidak ada,” itu berarti mereka tidak mengerti jika mereka sedang berpikir. Selain itu, beberapa orang yang berpikir tentang “tidak ada” mempunyai aliran kesadaran serta lebih mengerti jika sebenarnya mereka sedang berpikir.

Umumnya pemikiran berlangsung tanpa ada kita sadari serta tidak ada cara yang bisa menghentikannya. Jadi misalnya, bila kamu sedang ada ditengah-tengah kerumunan lalu berjumpa orang yang familiar, tentu otak akan merespons untuk mengingat kembali nama serta wajah dari rekan atau saudaramu.

Lalu, sesudah berjam-jam mengingat, pada akhirnya kamu juga ingat kembali siapa orang itu. Berikut akibatnya karena otak yang “berpikir”. Bahkan juga saat kamu membuat keputusan dengan tidak sadar juga sebetulnya kamu sudah berpikir. Jadi contoh yang lain, pemikiran membuat kita mempunyai “firasat”, yang nanti dengan tidak sadar akan memengaruhi pemungutan keputusan.

Jadi, bila kita mendeskripsikan “berhenti berpikir” dengan berhenti lakukan dialog batin dengan diri kita atas pikiran-pikiran kita, itu memang dapat dikerjakan dengan sadar. Tetapi, bila kita bermaksud “berhenti berpikir” dengan tidak memusatkan perhatian pada suatu yang khusus, maka itu akan susah sekali serta sekarang masih belum ada riset yang tahu cara untuk melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *