Ilmu Pengetahuan Kembali Buat Terobosan Baru, Obat dari Daun Buatan

Ilmu Pengetahuan Kembali Buat Terobosan Baru, Obat dari Daun Buatan

Berita Terbaru Sekelompok periset dari Eindhoven University of Technology (TUE), Belanda, barusan melakukan satu terobosan baru dengan menghasilkan obat untuk pertama kalinya dari daun buatan. Ini dapat disebut sebagai pencapaian dari riset daun buatan atau daun sintesis sepanjang beberapa dekade.Seperti yang sudah banyak diajarkan dalam pengetahuan biologi, daun dengan alami dapat menyerap cahaya matahari. Daya matahari selanjutnya dipakai oleh klorofil pada daun untuk mengaktifkan reaksi kimia dengan merubah karbon dioksida serta air jadi glukosa. Tumbuhan selanjutnya manfaatkan glukosa ini jadi energi serta mengeluarkan oksigen sebagai produk buangannya.

Beberapa periset selanjutnya terinspirasi untuk membuat daun buatan dengan mengikuti proses itu. Daun buatan juga dibikin dari bahan tembus sinar yang memungkinkan cahaya matahari bisa terserap. Cahaya matahari yang masuk lalu digiring ke saluran-saluran mikrofluida yang mirip pembuluh vena.Cairan tersendiri bisa mengalir lewat saluran-saluran ini. Maksudnya supaya energi dari cahaya matahari dapat memicu reaksi kimia dalam cairan itu, lalu mengubah jadi suatu yang bermanfaat seperti obat atau bahan bakar.

Ilmu Pengetahuan Kembali Buat Terobosan Baru, Obat dari Daun Buatan

Desain daun sintesis terbaru dari Eindhoven University of Technology ini direncanakan berdasarkan prototipe sebelumnya yang sudah dikeluarkan 2016 kemarin. Waktu itu, bahan yang dipakai untuk membuat daun artifisial itu terbuat dari karet silikon. Nah, dalam analisa terbaru yang hasilnya sudah diedarkan dalam jurnal Angewandte Chemie ini, periset menggantinya dengan plexiglas atau plastik akrilik dengan beberapa alasan.


“Bahan ini lebih murah dan mudah dibikin dalam jumlahnya yang lebih besar,” tutur Timothy Noël yang pimpin analisa ini seperti diberitakan New Atlas. “Bahan ini mempunyai indeks bias yang tambah tinggi, hingga sinar yang masuk masih terjaga secara baik.”

Timothy bersama dengan timnya sudah mengetes daun artifisial ini serta sukses meningkatkan dua jenis obat yang berbeda, yaitu artemisinin yang efisien menantang penyakit malaria serta ascaridole yang dipakai untuk memberantas cacing parasit.Membuat daun artifisial, menurut periset, dapat dilakukan di mana saja serta dapat dipakai untuk menghasilkan obat sesuai dengan keperluan. Obat malaria contohnya, bisa dibuat di daerah tropis yang penduduknya paling rawan diserang malaria.

Jadi, terobosan baru ini dapat dilakukan untuk memangkas biaya distribusi obat jarak jauh. Suatu hari kelak, pengembangan tehnologi daun buatan dapat juga dipakai beberapa astronaut untuk menghasilkan obat-obatan di Bulan atau Mars.Menurut Noël, bukan hal yang susah untuk meningkatkan teknologi daun buatan yang dapat menghasilkan obat-obatan selama ada cahaya matahari. Karenanya, dia benar-benar optimistis untuk lakukan uji coba komersial atas teknologi ini dalam periode waktu setahun ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *