Macam-Macam Kontrak Kerja

Macam-Macam Kontrak Kerja

Berita Terbaru Waktu diterima kerja, tiap karyawan baru memiliki hak terima surat kontrak kerja dari perusahaan berkaitan. Tidak jarang beberapa karyawan meremehkan surat itu karena sangat senangnya mendapatkan pekerjaan baru.Jangan dipandang sepele, surat kontrak kerja ini penting serta miliki kemampuan hukum yang dapat menjamin nasib beberapa karyawan, lho. Surat ini berisi kriteria, persetujuan, hak, dan keharusan dari perusahaan serta pekerja.Ditambah lagi bagi beberapa fresh graduate, nih yang sedang giat-giatnya mencari pekerjaan. Ada empat type kontrak kerja yang harus kamu mengerti, untuk menghindarkan salah paham serta meminimalkan kerugian di masa datang. Yuk, baca!

Macam-Macam Kontrak Kerja

Apa saja yang perlu tercantum dalam satu kontrak kerja?
Dalam satu kontrak kerja paling tidak harus tertera delapan info berikut:

-Nama perusahaan, alamat, serta jenis usaha
-Data diri pekerja
-Jabatan yang diberi pada pekerja
-Lokasi pelaksanaan kerja
-Hak serta keharusan perusahaan pada pekerja dan sebaliknya
-Besaran upah serta sistem pembayarannya
-Jangka waktu berlakunya kesepakatan kerja
-Tempat serta tanggal dibuatnya kontrak kerja, dan di tandatangani oleh kedua pihak.

Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tetap (PKWTT)
Jenis pertama ialah Kesepakatan Kerja Waktu Tidak Masih (PKWTT) atau juga bisa disebutkan karyawan masih. Bingung, ya mengapa PKWTT justru dikatakan sebagai karyawan masih?

Jadi, yang disebut dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tetap ialah tidak terdapatnya keterikatan batas waktu. Jalinan kerja di antara pekerja dengan perusahaan berjalan sepanjang waktu yang tidak dipastikan.PKWTT tidak harus dibikin berbentuk tercatat, dapat dikatakan dengan lisan. Lalu dimana kemampuan hukumnya? PKWTT harus dibarengi dengan surat info pengangkatan karyawan, yang menerangkan status kepegawaiannya dan jabatan yang diberi.Nah, karyawan yang terjalin kontrak PKWTT harus sudah mengakhiri masa percobaan (probation) minimum sepanjang tiga bulan, serta terima gaji sekurangnya sesuai dengan nilai UMR wilayah itu.

Perjanjian Kerja Waktu Tetap (PKWT)
Jenis kontrak selanjutnya ialah Kesepakatan Kerja Waktu Tetap (PKWT). Kontrak ini memperjelas jalinan kerja yang berbentuk sesaat di antara pekerja dengan perusahaan atau pemberi kerja.PKWT harus dibikin berbentuk tercatat rangkap tiga, diserahkan kepada pekerja, pemberi kerja, serta satu salinan untuk Dinas Tenaga Kerja. Bila kontrak ini dibikin dengan lisan saja, maka dipandang seperti PKWTT atau karyawan masih.Aturan soal PKWT tertera dalam Permenaker No. Per-02/Men/1993 serta Masalah 53 UU No. 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan.Tidak hanya karyawan kontrak, PKWT berlaku untuk beberapa freelancer atau pekerja terlepas. Untuk kamu yang tertarik jadi freelancer, pekerjaan ini ada kemampuan hukumnya, lho. Perjanjian kerja dibikin di antara freelancer dengan client dengan tercatat serta dibubuhi materai.

Perjanjian Kerja Paruh Waktu
Beberapa pekerja paruh waktu atau part time ada kontrak kerjanya tidak, sich? Ada, dong! Jenis kontrak kerja yang ke-3 ialah Kesepakatan Kerja Paruh Waktu.Kontrak kerja ini dibikin untuk pekerjaan yang durasinya kurang dari 7-8 jam /hari. Gaji pekerja juga dihitung harian, tetapi dapat diterimakan /hari atau mingguan sesuai dengan persetujuan.Kesepakatan Kerja Paruh Waktu biasanya berlaku untuk pramusaji restoran, penjaga swalayan, serta penjaga stan di moment tersendiri. Mahasiswa yang kuliah sekalian kerja part time butuh mengerti jenis kontrak ini, nih.

Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (Outsorcing)
Sudah pernah dengar arti outsourcing? Outsorcing adalah jenis kontrak kerja dengan nama lain Kesepakatan Pemborongan Pekerjaan. Sistem outsorcing ialah kesepakatan yang dibikin di antara perusahaan dengan faksi penyuplai tenaga kerja (pemborong).Skema ini umumnya berlangsung di pabrik bertaraf besar. Perusahaan memerlukan pekerja dalam jumlahnya tersendiri, lalu membuat kontrak kerja dengan faksi pemborong jadi penyuplai tenaga kerja.

Walau sistemnya borongan, setiap pekerja punyai kontrak yang memiliki kekuatan hukum, lho. Jadi, faksi pemborong harus membuat surat kesepakatan kerja PKWT atau PKWTT untuk tiap tenaga kerja yang ada dibawah naungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *