Bahaya Rokok Untuk Ibu Menyusui

Bahaya Rokok Untuk Ibu Menyusui

Berita Terbaru Pertanyaan mengenai ASI serta menyusui seakan tidak ada habisnya. Tidak hanya masalah kandungan ASI serta langkah menyusui misalnya, apa yang boleh serta tidak boleh dilakukan ibu waktu memberi ASI sering jadi bahasan bahkan juga pembicaraan. Contohnya, bolehkah ibu yang merokok menyusui bayinya?

Ada yang memandang, semestinya ibu yang merokok tidak menyusui bayinya sebab khawatir bayi akan terkena asap rokok serta jadi perokok pasif. Jadi alternatifnya, bayi bisa dikasih susu formula. Tetapi ada pula yang memandang, semestinya bayi masih disusui. sebab bagaimanapun ASI adalah makanan paling baik untuk bayi serta manfaatnya tidak bisa ditandingi oleh susu formula yang mana saja juga.


Bagaimana menurut Anda sendiri ? Sepakat ibu merokok masih menyusui atau sebaliknya? Sepakat ataukah tidak, yang pasti rutinitas merokok ibu nyatanya ada juga hubungan dengan proses atau kesuksesan menyusui.

Bahaya Rokok Untuk Ibu Menyusui


Mencuplik situs Womens Mental Health, Ruta Nonacs, MD PhD, staff psikiater dari Perinatal and Reproductive Psychiatry Clinical Research Program di Massachusetts General Hospital, AS, menjelaskan ibu yang merokok condong produksi susunya lebih rendah, kandungan prolaktin lebih rendah dan menyapih lebih dini.


Selanjutnya dia memberikan tambahan, nikotin serta bahan kimia lain dari tembakau berpindah ke ASI dua kali lipat lebih banyak dari pada yang ditransfer ke plasenta sepanjang kehamilan. Jumlahnya nikotin yang terkena bayi bergantung pada jumlah rokok yang dikonsumsi oleh ibu per hari dan interval waktu di antara merokok serta menyusui.


Tidak itu saja, satu studi menerangkan jika merokok lebih dari 10 batang /hari bisa kurangi produksi serta merubah formasi ASI. Bayi dari ibu yang merokok lebih dari 5 batang lebih tenggang menangis serta kolik. Selanjutnya, ibu yang merokok sebelum menyusui mempunyai bayi yang jam tidurnya lebih pendek.

Sementara Australian Breastfeeding Association menerangkan makin lama interval waktu di antara merokok serta menyusui, makin berkurang nikotin yang terkena bayi serta ASI.

Anda pun perlu tahu, paparan asap rokok memiliki kandungan sekitar 3.000 bahan kimia beracun, dengan 43 di antaranya bersifat karsinogen atau pemicu kanker.

Bayi yang seringkali terkena asap rokok beresiko tinggi terserang batuk, pilek, serta asma. Diluar itu ada banyak penyakit lain yang dapat muncul pada bayi karena asap rokok, misalnya: infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga, sampai sindrom kematian bayi tiba-tiba (SIDS).Lalu bagaimana jika Anda ingin menyusui si kecil tetapi masih susah untuk berhenti merokok?

A Leche League International memberikan panduan untuk ibu menyusui supaya bayinya tidak terkena dengan rokok atau asapnya:

-Jangan pernah merokok sambil menyusui bayi.
-Merokoklah di luar rumah atau dalam tempat yang jauh dari bayi.
-Cuci tangan bersih-bersih sebelum mendekati apalagi menyentuh bayi.
-Tidak cuma membersihkan tangan, Anda pun semestinya lebih dulu berganti baju supaya si kecil tidak terserang partikep asap yang melekat di baju.
-Usahakan merokok setelah menyusui untuk meminimalisir jumlah nikotin dalam susu.

Perlu diingat , menyusui atau tidak, terus berupaya serta mencari cara untuk benar-benar dapat berhenti merokok sepenuhnya. Sebab bagaimana juga, kesehatan si kecil serta Anda sendiri taruhannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *