Seputar Tentang Hiu Karpet

Seputar Tentang Hiu Karpet

Berita Terbaru Saat dengar kata “hiu” apa yang ada pada pikiranmu? Hiu jadi salah satunya predator lautan yang ditakuti. Biasanya sebagai karnivor yang bergigi tajam serta hidup di laut terlepas. Bagaimana bila ada hiu yang “berjalan”?

Hiu karpet atau hiu berjalan yang dikatakan sebagai hiu bambu adalah salah satu spesies yang unik. Bukannya bertubuh besar dengan gigi tajam, hiu karpet terlihat imut. Corak tubuhnya lebih menyerupai tokek. Ingin tahu selanjutnya mengenai hiu karpet? Yuk, simak fakta-fakta berikut!

Seputar Tentang Hiu Karpet

Anggota termuda dari genus Hemiscyllium
Evolusi adalah salah satunya proses yang lumrah buat makhluk hidup untuk menyesuaikan dengan lingkungan, tidak kecuali hiu. Dikutip dari Science alert, hiu karpet memang diakui sudah berevolusi, tetapi susah untuk tahu dengan pas terbentuknya spesies itu. Spesies baru berevolusi sesudah hiu menjauh dari populasi aslinya. Kemudian terisolasi dengan genetis di wilayah baru dan bertumbuh menjadi spesies baru.

Proses evolusi pada hiu karpet masih berbentuk pertaruhan dan riset tentang hiu karpet terus dikerjakan sampai sekarang. Dikutip dari situs Sci-news, barisan hiu telah ada sekitar 400 juta tahun. Sedangkan hiu karpet berevolusi cuma 9 juta tahun kemarin, membuatnya sebagai hiu termuda di planet ini.

Dapat bertahan di lingkungan dengan oksigen rendah
Penyesuaian pada lingkungan membuat hiu karpet mempunyai ciri fisik yang tidak sama dari tipe hiu biasanya. Warnanya juga unik, seperti corak pada badan tokek serta tidak sama dengan hiu lain yang umumnya berwarna abu-abu. Dikutip situs Time, rata-rata panjangnya kurang dari satu mtr. serta jadikan ikan kecil dan invertebrata jadi makanannya.

Kekhasan lain yang dipunyainya tentunya potensi ‘berjalan’ di atas terumbu karang dengan memakai sirip. Hiu karpet memang tidak beresiko buat manusia, tetapi mampu bertahan di lingkungan dengan oksigen rendah. Hal itu adalah salah satu keunggulan dari hiu karpet.

Endemik di perairan dangkal beriklim tropis
Hiu karpet bisa diketemukan di wilayah Australia, Papua New Guinea serta Indonesia. Kamu dapat temukan hiu karpet ini di Indonesia dengan menelusuri perairan dangkal di seputar kepulauan Raja Ampat, Aru serta Halmahera. Sedang Halmahera adalah salah satu tempat di luar wilayah inti yang dihuni oleh hiu karpet.

Habitatnya berbentuk perairan dangkal dengan terumbu karang serta beting yang dipisah dari daratan. Walau ada di perairan dangkal, hiu karpet masih menjadi predator teratas di terumbu karang waktu air sedang surut.

Ada sembilan spesies yang diketahui
Belakangan ini beberapa ilmuwan sudah menemukan empat spesies baru hiu karpet di Bird’s Head Seascape atau perairan dangkal di sekitar Papua Barat. Riset yang sudah dilakukan sepanjang belasan tahun jadikan keseluruhan sembilan spesies hiu karpet yang sudah diketahui sampai sekarang. Riset terus dikerjakan, peluang semakin lebih banyak spesies hiu karpet yang akan ditemukan.

Penentuan spesies baru itu dikerjakan dengan mengumpulkan sampel DNA, ambil potongan kecil anggota badan tanpa ada melukai hiu karpet. Selanjutnya dikaji serta dibandingan untuk membuat peta genetik dari genus Hemiscyllium.

Cuma tiga spesies yang masuk daftar merah IUCN
Seperti diterangkan awalnya jika ada sembilan spesies hiu karpet yang sudah diketahui sekarang. Tetapi, cuma tiga spesies yang telah masuk dalam daftar merah IUCN. Mujur, belumlah ada yang dipandang terancam atau hampir punah.

Hal itu tidak langsung membuat beberapa ilmuwan merasakan lega. Pasalnya umumnya hiu karpet hadapi intimidasi seperti penangkapan ikan terlalu berlebih serta untuk diperjualbelikan. Bentuk serta coraknya yang unik benar-benar menarik untuk dijaga di akuarium. Disamping itu, situasi keadaan serta perkembangan iklim yang relevan bisa mengakibatkan kerusakan habitat dan membuatnya makin rawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *