Tanda-Tanda Tubuh Akan Mengalami Dehidrasi

Tanda-Tanda Tubuh Akan Mengalami Dehidrasi

Berita Terbaru Kesibukan terkadang membuat kita lupa akan utamanya memperhatikan kesehatan badan, diantaranya ialah memperhatikan konsumsi cairan. Saking sibuknya, bahkan kamu dapat lupa minum. Walau sebenarnya, telah jelas beberapa pakar menyarankan minimum konsumsi dua liter air per hari.

Bila kamu kekurangan cairan maka tubuhmu dapat terserang dehidrasi. Dampak yang diakibatkan sangat jelek, bahkan dapat sampai kejang sampai terserang batu ginjal. Untuk itu, kamu perlu mengenal beberapa ciri waktu tubuhmu alami dehidrasi. Baca artikel ini ya.

Tanda-Tanda Tubuh Akan Mengalami Dehidrasi

Perasaan haus yang sangat tinggi
Kemungkinan kamu akan berpikir haus ialah tanda-tanda menjelang dehidrasi, walau sebenarnya hal tersebut ialah sebaliknya. Rasa haus muncul saat kamu telah ada pada babak dehidrasi. Segeralah mencari air untuk menyegarkan kerongkongan kamu.

Mulut kering
Mulut kering juga adalah salah satu tanda fisik yang kamu rasakan saat dehidrasi. Ruang seputar bibirmu akan kelihatan meretak. Kemungkinan kamu dapat melembapkan bibirmu dengan air liur, tetapi makin dehidrasi diri kamu makin berkurang juga air liur yang dapat dibuat.

Temperatur badan naik
Air dalam tubuh bisa dimisalkan sebagai “pendingin” yang masih jaga suhu badan kamu di tingkat batas normal. Oleh karenanya, kehilangan air dapat membuat efek pada temperatur badan.

Dikutip dari sciencealert.com, saat badan kamu kehilangan air tanpa substitusinya, hal tersebut dapat menghalangi usaha badan untuk mengatur suhu. Efeknya, kamu dapat terserang hipertermia (suhu badan jauh di atas normal).

Kulit mulai kering
Biasanya dipercaya jika dehidrasi mempunyai dampak buruk pada kulit. Banyak pakar kosmetologi, ahli kesehatan, serta ahli kecantikan yang lain menjelaskan jika dehidrasi yang dikarenakan oleh kurang minum bisa mengiritasi kulit, mengeringkannya serta mengubah warnanya.

Dikutip dari dripdrop.com, sebuah studi 2007 yang diedarkan dalam International Journal of Cosmetic Science pernah mempelajari hubungan kandungan air badan dengan kulit. Hasilnya, simpatisan yang minum lebih sedikit mempunyai kulit yang kering, sedang simpatisan yang cukup terhidrasi mempunyai kulit yang lembut serta halus. Ini memperlihatkan peranan hidrasi pada kulit.

Urin menjadi sedikit dan warnanya pekat
Dehidrasi dikarenakan saat volume air pada tubuh habis. Dikutip dari dripdrop.com, saat alami dehidrasi, ginjal kita yang bekerja menyaring kotoran memerintah badan untuk meredam air keluar agar tidak jadi parah keadaan. Oleh karenanya, kita mempunyai lebih sedikit air dalam urine kita serta mengakibatkannya jadi lebih pekat serta lebih gelap.

Bila kamu lihat gambar di atas, itu ialah tingkatan warna urine. Skala 1 sampai 2 adalah keadaan lumrah serta mengisyaratkan badan terhidrasi secara baik. Bila urine kamu berwarna kuning sampai oranye pekat seperti nomor tiga dan sebagainya maka berhati-hatilah serta selekasnya hidrasi badan kamu.

Pusing dan lelah
Waktu kamu mulai alami dehidrasi, salah satunya tanda yang lain ialah kamu mulai rasakan pusing serta capek. Dikutip dari webmd.com, hilangnya air pada tubuh membuat tekanan darah kamu menjadi turun. Dampaknya, otak kamu kemungkinan tidak memperoleh cukup oksigen dan kamu akan merasakan pusing dan capek.

Bingung
Garth Graham, MD, MPH, Presiden Aetna Foundation serta seorang pakar jantung yang berbasiskan di Hartford menyebutkan saat satu orang alami dehidrasi ada beberapa tanda-tanda yang ada, diantaranya ialah merasakan bingung.

Dikutip dari everydayhealth.com, Graham menjelaskan otak tidak bisa berpikir dengan jernih karena minimal asupan oksigen yang disebabkan minimnya kandungan air dalam darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *