Berbahayakah Bila Buang Air Besar Setelah Makan?

Berbahayakah Bila Buang Air Besar Setelah Makan?

Berita Terbaru Waktu pencernaan setiap orang berbeda-beda. Oleh karenanya kamu belum pernah menjumpai seseorang yang dapat mempunyai waktu sama dalam permasalahan buang air. Khasnya ada satu kejadian yang berlangsung pada sebagian orang, yakni buang air besar sesudah makan. Mereka dinyatakan akan tetap ke toilet setelah makan.

Buat sebagian orang, ini merupakan kejadian yang aneh sebab tidak dirasakan tiap orang. Tidak salah bila sebagian orang juga bertanya-tanya, “Apakah buang air besar sesudah makan itu hal yang sehat? Atau justru sebaliknya, itu sinyal pencernaan yang memiliki masalah?” Dikutip dari beberapa sumber, di bawah ini penjelasannya.

Berbahayakah Bila Buang Air Besar Setelah Makan?

Kondisi buang air besar sesudah makan terkait dengan gastrocolic reflex
Healthline menggambarkan gastrocolic reflex jadi refleks badan yang alami. Kejadian ini memberi signal pada usus besar untuk mengosongkan makanan di supaya kembali ada ruang. Maksudnya tidak lain supaya makanan baru dapat masuk kembali hingga proses pencernaan terus berjalan.

Gastrocolic reflex tidak berlangsung mendadak. Tetap ada waktu dulu lebih sebelum bereaksi. Namun buat sebagian orang refleks di pencernaan ini dapat berlangsung dengan periode waktu yang cukup cepat serta lebih kuat dibanding lainnya.

Refleks yang begitu kuat dapat menjadi tanda mendapatkan suatu sindrom
Pencernaan yang berjalan cepat dapat berlangsung karena persoalan lain. Menurut jurnal NCBI, diantaranya ialah irritable bowel syndrome (IBS). IBS tidak dapat disebut penyakit, tetapi lebih mengarah kelompok tanda-tanda. Healthline memperlihatkan bila IBS dapat mempunyai tanda-tanda tertentu berbentuk kembung, bergas, rasa sakit di perut, sampai keram.

IBS dapat datang melalui makanan yang dikonsumsi. Gandum, produk olahan susu, makanan memiliki serat tinggi, buah sitrus, semua makanan itu dapat menjadi pemicu sindrom itu. Untuk masalah ini, IBS tidak ada obatnya. Yang dapat hanya usaha untuk hilangkan sindrom itu dengan berupa olahraga, mengurangi kafein serta makanan pedas dan yang lain.

Tidak hanya gastrocolic reflex, diare dapat juga menjadi pemicu buang air besar sesudah makan
Persoalan lain yang dapat membuat satu orang buang air sesudah makan ialah diare. Tetapi ini tidak terkait dengan gastrocolic reflex dan hanya tanda badan terkena infeksi virus, bakteri, parasit, infeksi sampai masalah pencernaan. Permasalahan terserang diare atau tidaknya dapat dikenal dengan bentuk feses. Bila cair sekali dan seringkali diikuti dengan pergerakan perut, itu bermakna diare.

Diare hadir dari beberapa hal: perbedaan makanan, alergi, infeksi pada tubuh, paska operasi kantong empedu dan yang lain. Masalah diare ini perlu diatasi. Bila dibiarkan saja, bukan tidak mungkin cairan badan akan habis dan membuat lemah.

Inkotinensia tinja ialah masalah lain pemicu seseorang dapat buang air besar sesudah makan
Ini dikenal juga sebagai inkotinesia usus, satu persoalan tidak dapat mengatur usus sampai membuat buang air besar dengan tidak sengaja. Mereka yang terserang masalah ini tidak bisa menahan dirinya tidak untuk buang air besar.

Persoalan inkotinensia tidak dapat dipandang sepele. Pemicu masalah kesehatan ini dapat terkait dengan permasalahan otot, masalah saraf, sampai kerusakan pada dinding lambung. Yang memperbedakan ini dari gastrocolic reflex ialah orang itu pada saat bisa buang air besar, setelah atau sebelum makan tanpa terkecuali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *