Pemicu-Pemicu Kucing Menjadi Agresif

Pemicu-Pemicu Kucing Menjadi Agresif

Berita Terbaru Kucing adalah hewan yang memiliki bermacam emosi seperti manusia. Mereka seringkali alami beberapa hal yang membuat mood mereka beralih hingga seringkali mereka jadi berlaku agresif melewati umumnya. Nah, keagresifan kucing ini nyatanya ada banyak pemicu, entahlah itu dari pengalaman saat bersama dengan hewan lain, manusia, bahkan diri mereka sendiri. Dikutip dari Pretty Litter Cat serta Catster, berikut penjelasannya.

Pemicu-Pemicu Kucing Menjadi Agresif

Sedang ingin bermain
Bila dilihat, kucing adalah hewan yang tingkahnya tetap buat gemas. Mereka sering berlaku agresif sebab mood mereka sedang baik. Mata mereka dapat jadi semakin besar. Mereka juga tidak enggan untuk bermain dengan beberapa benda yang tidak biasa.

Jika mereka bermain dengan demikian agresif di sekitarmu, akan ada dua peluang yang dapat berlangsung. Yang pertama, mereka akan suka hati menerimamu untuk masuk. Yang ke-2, mereka akan menggigitmu sebab tidak ingin kamu mengganggu kesenangan mereka.

Sakit
Kucing yang menghindarkan sentuhan, jarang-jarang bergerak, serta tidak beraktivitas, umumnya sedang tidak mau dianya terganggu. Mereka dapat memberi respon sentuhan yang diberi dengan mendesis, serta menggigit. Mereka lakukan hal tersebut nyatanya sebab mereka sedang sakit atau memiliki cedera yang tidak kita tahu dimana terletak.

Waktu menggenggam ekornya atau cuma mengelus kakinya, contohnya, kamu malah dikasih desisan. Bisa saja, sakit yang mereka rasakan itu disebabkan oleh penyimpangan kemampuan fisik dari hewan lain atau manusia.

Takut
Kucing alami ini jika mereka merasakan tidak nyaman berjumpa dengan beberapa orang baru, hewan lain, atau sedang berada di keramaian.

Penting untuk memberi perhatian pada kucing bila diletakkan di kondisi seperti ini. Itu sebab mereka memperlihatkan sikap agresif, bukan dikarenakan oleh kedengkian mereka kepadamu, tapi sebab mereka mengalami reaksi cemas.

Mereka memperlihatkan sikap agresif itu dengan tidak pedulikan ekor serta mengusung bulu di sekujur badan sampai mereka jadi kelihatan semakin besar.

Trauma
Lebih parah dari ketakutan serta sakit, kucing juga dapat alami trauma seperti manusia. Mereka bisa menjadi benar-benar agresif sebab rasakan déjà vu pada suatu hal yang mereka mengmelawan sekarang. Trauma ini bisa berlangsung bila mereka pernah dibentak atau alami kontak fisik yang benar-benar kronis.

Melindungi anaknya
Tiap kucing betina yang baru melahirkan, pasti berlaku protektif pada anaknya. Mereka kenal anak mereka dari berbau tubuh yang dipunyai beberapa anak kucing itu.

Oleh karenanya, jangan berusaha untuk menghindari beberapa anak mereka dari sang induk atau mendekatkan kucing lain di seputar mereka. Itu sebab mereka tidak enggan melukaimu.

Menunjukkan wilayah teritorialnya
Kucing jantan bisa kembali pada rumah dalam kondisi yang masih agresif sebab mereka barusan memperlihatkan wilayah kekuasaan mereka. Entahlah misi menjaga daerah itu sukses atau mungkin tidak, mereka tentu tidak tenang bila sebelumnya sudah kerjakan perkelahian.

Memperebutkan kucing betina
Kucing betina nyatanya dapat menjadi rebutan dua ekor kucing jantan. Kucing-kucing jantan ini tidak ragu untuk berkelahi sampai meninggalkan sisa luka, seandainya mereka dapat menjadi juara perkelahian dan juara hati si “dia”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *