Kenali Kelainan Pada Tubuh Bayi

Kenali Kelainan Pada Tubuh Bayi

Berita Terbaru Sebegitu sering Anda memperhatikan perubahan bayi tercinta semenjak lahir? Ini penting lho. Maksudnya diantaranya agar tetap siaga serta dapat selekasnya melakukan tindakan atau membawanya ke dokter jika ada yang tidak beres.

Contohnya pada bulan pertama kehidupan bayi. Lihatlah, umumnya bayi berusaha untuk menggerakan tubuhnya dengan aktif, seperti mengusung kepalanya dengan perlahan. Lalu pada umur 2 bulan, kontrol kepala mereka mulai bertambah serta bayi melihat sampai sudut 45 derajat.Tetapi dalam beberapa masalah, ada bayi yang masih kesusahan mengusung kepalanya pada umur 2 bulan sebab tubuhnya lemas serta lembek!

Keadaan ini umumnya disebutkan dengan hipotonia atau biasa disebutkan dengan sindrom floppy baby. Bayi yang alami hipotonia ini umumnya mempunyai otot yang longgar serta benar-benar elastis hingga dia juga kelihatan lemas, lunglai, serta lembek. Dengan keadaan ini, bayi tidak bisa asal-asalan diangkat. Salah-salah, dia dapat luka!Ditambah lagi yang perlu untuk diketahui mengenai keadaan hiponotia pada bayi serta bagaimanakah cara penangangannya? Yuk, baca penuturannya seperti yang dikutip Situs MD:

Kenali Kelainan Pada Tubuh Bayi

Tanda-tanda umum
Bayi yang menderita sindrom ini umumnya mempunyai kontrol kepala yang buruk. Saat bayi tidak dapat mengatur otot lehernya, kepalanya akan jatuh ke depan, ke belakang, atau ke samping. Bayi akan kelihatan benar-benar lemas saat Anda mengangkatnya. Diluar itu, lengan serta kakinya menggantung lurus. Bila umumnya bayi tidur dengan tangan serta kaki tertekuk, sedikit ada lengkungan di siku, pinggul, serta lutut. Tapi bayi yang alami tanda-tanda hipotonia tidak. Bila dibiarkann, keadaan ini akan mengakibatkan permasalahan mengisap serta menelan. Sendi mereka juga mungkin kelihatan benar-benar fleksibel seakan-akan bersendi ganda.

Pemicu
Sebetulnya tidak diketahui kenapa bayi dapat menderita ‘Floppy Baby’. Tetapi pemicu umum yang lain diantaranya, kehancuran otak sebab kekurangan oksigen pas sebelum atau setelah melahirkan, pembentukan otak yang tidak sempurna dalam rahim, masalah saraf, cedera tulang belakang, sampai cerebral palsy.

Tetapi Moms, hipotonia ini tidak selamanya tanda-tanda buruk. Saat bayi dilahirkan dalam kondisi prematur, mereka mungkin mempunyai otot yang tidak kuat karena badan si kecil tidak punyai banyaknya waktu berkembang secara baik dalam kandungan. Seiring waktu berjalan, otot mereka akan kuat sendirinya bila dirawat secara benar.

Diagnosis hipotonia
Lantaran beberapa hal yang dapat mengakibatkan hipotonia, perlu sekian waktu untuk cari tahu apa yang berlangsung dibalik keadaan bayi. Awalannya dokter akan mengecek kisah medis keluarga dan lakukan rangkaian tes fisik seperti ketrampilan motorik, sensorik, kesetimbangan, pengaturan, status mental, serta refleks si kecil.

Jika itu tidak cukup, dokter umumnya akan merekomendasikan bayi ikuti tes CT scan, tes darah, Electromyography (EMG) untuk mengukur sebegitu baik saraf serta otot kerja, Electroencephalogram (EEG) untuk mengukur kegiatan listrik di otak, penelusuran tulang belakang, biospi otot, serta tes genetik.

Perawatan
Sesudah dokter tahu penyebabnya, dia akan menyembuhkan keadaan si kecil. Contohnya memberi resep obat untuk menyembuhkan infeksi sebagai pemicu permasalahan ototnya. Tetapi Moms, bila hipotonia yang diderita bayi Anda adalah permasalahan genetik, karena itu si kecil akan mempunyai keadaan itu seumur hidupnya. Tetapi jangan cepat menyerah, Moms. Masih ada langkah untuk menguatkan otot-ototnya dengan lakukan rangkaian therapy, yaitu:

-Program stimulasi sensorik
Kursus ini akan membantu bayi serta anak memberi respon pandangan, suara, sentuhan, bau, serta rasa.
-Terapi okupasi
Ini akan membantu anak Anda mendapatkan ketrampilan motorik halus untuk gerakan-gerakan dasar.
-Terapi fisik
Sama seperti seperti terapi okupasi, terapi ini dapat membantu anak mendapatkan semakin banyak kendali atas gerakannya. Ini juga bisa tingkatkan kemampuan serta tonus otot seiring berjalannya waktu.

Terapi wicara serta bahasa
Terapi ini dilakukan untuk membantu si kecil menangani permasalahan pernafasan, bicara, serta menelannya.

Meskipun ada bayi yang menderita hipotonia kongenital jinak, serta tidak membutuhkan banyak therapy, tetapi Anda harus siaga untuk memeriksakan ke dokter. Lebih baik mencegah dibanding menyembuhkan, kan?

Semoga artikel ini menambah wawasanmu ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *